Raising Children Here…

4 Komentar

Sulit kiranya menemukan kata yang pas yang dapat menggambarkan apa dan bagaimana itu mengurus anak. Bagi saya, mengurus anak adalah pekerjaan yang paling berat yang pernah saya rasakan, tapi juga paling menyenangkan. Mendampingi pertumbuhan manusia-manusia yang sedang gencar-gencarnya belajar. Sebuah proses yang panjang, yang sering menghadirkan kepingan-kepingan peristiwa penuh emosi yang kaya makna. Membuat saya tercenung, tertawa, menangis, dan campuran-campuran emosi lainnya. Allohu akbar wa lillahilhamd.

Sekeping peristiwa sore tadi. Anak pertamaku (2th 4 bln) pipis sembarangan. Padahal, sejak setengah jam sebelumnya saya sudah mengingatkan untuk pipis di kamar mandi. Gemas sekali rasanya. Tapi saya tahan untuk tetap terkendali, namun, tetap saya tunjukkan kekecewaan padanya. ”Astaghfirulloh Aa, anak sholih, masa pipis sembarangan, kan Ummun udah ingetin dari tadi. Katanya tadi iya, kalau pipis di kamar mandi..” Lagi

Foodvag*nza, di mana kita?

Tinggalkan Komentar

Saya sedang terpesona oleh seorang healthy chef, yup benar! Edw*n L*u

Sudah lama saya tidak menengok televisi, kemudian tanpa sengaja setelah menonton CD bersama anak saya melihat-lihat sebentar acara televisi, ada Foodvag*nza bersama Edw*n L*u.

Iseng saya tonton, kok segala ngajak belanja ney, then then then…saya tonton lah sampai kelar, perfecto! He was successfully making me waah..at the first impression! Smart dan menguasai. Kayanya juga ilmunya ilmu konsisten deh, look at his mucles, Lagi

KOmitmen

Tinggalkan Komentar

Suatu kali seorang kawan mengirimkan sms pada kawannya.

Bosan pakai k*nd*m? Tenang! Ada ferti-Test, cuma 120.000 untuk 6 kali pakai.

….

Ya..tetap aja dibandingkan k*nd*m yang 5000 dapat 3. Lebih hemat k*nd*m donk. Tapi namanya juga orang bosan. Bolehlah sesekali dicoba.

Beginilah sms balasannya.

….

Betapa hidup itu butuh komitmen.



Melakukan Apa-Apa Yang Sinergis

Tinggalkan Komentar

Segala puji bagi Alloh yang telah memberiku kesempatan belajar dan belajar. Keinginanku untuk berkontribusi lebih tengah bermetamorfosa lagi. J Aku senang mengetahui proses ini. Kembali memahami realita dan menyandarkannya lagi dengan idealita.

Kini, aku sedang membangun benteng pertahanan terakhir ummat ini. Proyek yang diawalnya saja sudah demikian menantang. Proyek yang dilalui Fathimah AzZahro yang kemudian mengantarkannya menuju kenikmatan abadi. Taman yang sungai-sungai mengalir di bawahnya. Dari benteng inilah aku hendak melebarkan sayapku, merangkul kerabat dan komunitas yang lebih luas untuk bersinergi menegakkan kembali kepala ummat yang telah lama lunglai.

Meski benteng yang tengah aku bangun ini belum menemukan tempatnya, namun aku dan sang arsitek sedang merancang pondasinya, dindingnya, tiangnya, juga atapnya dengan rancangan terbaik. Kami kumpulkan tiap-tiap butir paku dan tiap genggam pasirnya. Kami ukur tiap inci kayunya. Kami rawat isi yang sudah ada dan kami persiapkan apa-apa yang belum ada. Sungguh, perjalanan baru saja dimulai. Let’s enjoy this journey!

Tentu saja dalam proyek ini aku sudah kebagian porsi, yaitu merawat isi benteng yang sudah ada. Dan ini bagian yang sudah berat bagiku. Namun, keinginan untuk mengakselerasi proyek ini begitu kuat. Jadilah aku putar otak mencari-cari celah untuk menambah porsi.

Porsi tambahan pertama yang aku minta adalah membantu membawakan pasirnya. Sang arsitek membolehkanku dengan syarat tugas utamaku tidak terbengkalai. Ya. Ya. Aku menyanggupi.

Waktu melesat, tanpa memberikan kesempatan kecuali bagi orang-orang yang yakin dan beramal sholih. Ow ow.. Porsi yang ku ambil ternyata diluar kemampuanku. Aku tidak punya sekop dan gerobak untuk mengangkut pasir-pasir itu dari ujung jalan sampai ke markas kami yang melewati jalan setapak. Aku cuma punya sebuah sendok dan ember. Bayangkan! Sama sekali tidak efektif.

Baiklah, aku beralih pada porsi tambahan yang lain. Aku akan membantu membelikan paku-pakunya. Sang arsitek kembali membolehkanku tanpa mengubah persyaratannya. Aku pun menyanggupi lagi.

Ternyata medan yang harus kutempuh agar sampai ke toko bahan bangunan memaksaku mengeluarkan energi terlampau banyak, jadi cenderung sia-sia. Sampai-sampai gara-gara ini, tugas utamaku terganggu. Sang arsitek pun menegurku. Ya. Aku menyadari, ternyata ini belum bisa menjadi porsiku.

Dua pengalaman berharga. Pengalaman yang justru melipatgandakan semangatku untuk mencari celah kesempatan yang lain lagi.

Akhirnya, dengan pola strategi yang sudah disegarkan ditambah keinsyafan yang lebih, aku mengajukan proposal meminta tambahan porsi lagi. Insyalloh kali ini sinergis dengan tugas utamaku. Aku bukan cuma merawat isi benteng melainkan juga akan aku tingkatkan kualitasnya dengan cara menyapukan sayapku pada lingkat keamanan benteng lapis dua dan tiga.

‘Katakanlah wahai hambaku yang beriman, bertakwalah kepada Robb kalian. Bagi orang-orang berbuat baik di dunia akan memperoleh kebaikan. Dan bimu Alloh itu luas. Sesungguhnya hanya bagi orang-orang yang sabar disempurnakan bagi mereka pahala yang tanpa batas.’ (QS. AzZumar:10)

Robbiulawwal 1430, setelah jualan coklat

Tanpa mengurangi kesyukuranku atas limpahan kenikmatanNya.

Dalam kondisi terbaik untuk bangkit, bergerak, dan terbang. Di semua lini. Posisi dimana aku bersama orang-orang terkasih sedang belajar berjalan, kemudian berlari dan melompat dengan kaki kami sendiri.

Hhh…lelahnya…today!

Tinggalkan Komentar

I’m so tired..

but life just already started!!

kayaknya akan setiap malam aku seperti ini..gapapa..diatur ajah Laz..

Klo ga gini, kapan bisa bergerak lebih??

Ya Alloh, berkan kesehatan yang berkah, ketsabitan dalam taat dan kekhusyuan beribadah..Amiin

#imamsamuderadkk,,katanyaakan deksekusi#

The Beauty of Music

Tinggalkan Komentar

Musik. Begitu melenakannya. Entah apa jadinya jika tidak ada peringatan dan penjelasan. Sekiranya mereka tahu kita tidak akan mengapa tanpa musik, kemudian menseharikan tilawah dan murottal, dimana tiap keluar kalimat adalah senandung ayat-ayatnya juga nasyid penyemangat jihad, niscaya kembalilah manusia pada tataran yang sebenarnya, mulia dan terhormat. Ya Alloh lindungilah kami dari fitnah musik. Amin.

Biokimia C (lab ful music) 16 romadhon 1428 H

Aliranku

Tinggalkan Komentar

Seseorang yang amat saya cintai mengomentari aliran saya lantaran melihat saya pada posisi menangguhkan aliran. Dia menulis untuk saya,..”Pada hari-hari yang meniadakan cita-cita.” (Thanks to much honey, I love U!) Dia tidak sepenuhnya salah menilai saya, tapi saya menilai kalimatnya juga tidak sepenuhnya benar. Saya ingin berkata padanya, “Sayangku aku tetap mengalir…meski aliran itu mungkin hanya dirasakan oleh diriku seorang. Aku tahu kamu lebih tahu dariku saat berbicara tentang realitas zaman, zaman yang arus alirnya bertentangan dengan arus yang kita perjuangkan . Sementara kini antara aku dan zaman hanya dibatasi oleh selaput tipis yang mudah koyak. Ibarat telur di ujung tanduk. Doakan aku sayangku agar terhindar dari fitnah zaman. Agar aku mampu menderaskan aliranku. Aku tahu kamu mencintaiku. May Alloh love you.”

Ya. Demikianlah saya dan aliran saya menuju grand design masa depan saya. Tetaplah mengalir dan tingkatkan kekuatan aliran. If the best is excellent, good is not enough!! Ya Hayyu ya Qoyyum birohmatika astaghitsu ashlihli sa’ni kulluhu wala takilni illa nafsi thorfata’ain.

Belajarlah pada air yang mengalir, meski dengan aliran yang kecil, tapi ia bergerak dan bermanfaat. Saya bertekad untuk senantiasa daam kondsi itu. Flow. Mengalir. Baik deras, sedang, bahkan kecil.

Senantiasa mengalir adalah konsekuensi konkrit dari sebuah pencapaian. Bagi saya apa yang saya sudah canangkan adalah sebuah grand design masa depan. Masa depan yang sudah saya perhitungkan -dengan kedangkalan ilmu yang saya punya- paling ideal untuk saya dan orang-orang yang saya cintai. Maka saya mengingatnya setiap pagi dan berbisik, aliran seperti apa yang akan saya lakukan hari ini? Saya menjawab segera, aliran seperti ini, itu, ini. Meski seringkali aliran itu tersendat-sendat malah bahkan berhenti (tapi karena saya memiliki naluri untuk membela diri, saya berujar dalam hati, secara konkrit aliran itu memang berhenti, tetapi pada tataran ide dan semangat, ia tetap membara!!)

kamis, 31 januari 2008/Muharram 1429 H

Entri Lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.