Tidur malam adalah sudah menjadi sebuah kewajiban dan mekanisme otomatis yang dijalankan oleh tubuh kita. Pada salah satu bagian otak kita terdapat sebuah kelenjar yang bernama Pineal. Pineal gland atau Kelenjar Pineal ini terletak di tengah-tengah otak. Kelanjar Pineal berfungsi menghasilkan hormon yang bernama Melatonin. Melatonin berfungsi mengatur hormon-hormon lainnya serta memelihara circadian rhythms tubuh (circadian rhythms adalah suatu sistem pemeliharaan waktu internal 24 jam yang berperan sangat penting dalam menentukan kapan kita tidur dan kapan kita bangun tidur). Kadar Melatonin di dalam tubuh secara dramatis dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, mempengaruhi kinerja organ-organ reproduksi, juga kesehatan psikologis serta proses penuaan tubuh.

Kelenjar Pineal dalam memproduksi Melatonin, sangat sensitif terhadap cahaya matahari dan suhu lingkungan. Terlalu banyak cahaya pada senja hari atau terlalu sedikit cahaya pada siang hari dapat mengacaukan siklus normal Melatonin di dalam tubuh kita. Ketika cahaya matahari memudar, kegelapan datang dalam bentuk malam hari, reseptor Melatonin diaktifkan dan kemudian menyebabkan efek-efek kimiawi dan biologis dalam bentuk rasa kantuk serta penurunan suhu tubuh. Aktifitas organ-organ akan berkurang dan bersiap-siap istirahat. Hal ini menyebabkan Melatonin tidak dapat terdeteksi pada siang hari karena reseptornya hanya dapat diaktifkan dengan kegelapan. Itulah sebabnya Melatonin seringkali mendapat gelar “the hormone of darkness” atau “hormon kegelapan” sehingga serangan hormon Melatonin setiap senja disebut oleh para ilmuwan sebagai the Dim-Light Melatonin Onset (DLMO) atau istilah kerennya Serangan Kekelaman Melatonin.

Kadar Melatonin yang diproduksi tadi akan memuncak pada tengah malam dan berangsur-angsur menurun sepanjang 2/3 malam dengan variasi ketepatan waktu tergantung pada masing-masing orang.


[As a moslem, I’m proudly gonna say that this is one other reason of how amazing Islam is, because we are supposed to be awaken at the last third-half of the night, doing Qiyamull Lail. Allah has planned everything in this universe, He syncronized our Body system with His all-time life-system.]

antioksidan secara optimal di dalam tubuh. Melatonin telah terbukti dapat mencegah kerusakan DNA akibat ulah zat-zat karsinogenik (carcinogens) penyebab kanker dengan memberhentikan mekanisme pertumbuhannya. Sebuah percobaan klinis juga membuktikan bahwa tikus yang diberi suplemen Malatonin secara berkala memiliki kekebalan tubuh yang jauh lebih tinggi terhadap serangan tumor dibandingkan yang hanya diberikan Melatonin sedikit atau tidak diberikan sama sekali. Aktifitas zat antioksidan dari Melatonin dapat mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh beberapa tipe Parkinson Disease; selain juga berperan serta dalam mencegah Gangguan Ritme Jantung (Aritmia).

Insomnia, Jet-lag, dan Bergadang

Begitu penting dan krusialnya peranan sang hormon kegelapan ini bagi kita sehingga banyak praktisi farmasi dan kedokteran konvensional yang mencoba membuat Melatonin sintetis untuk dikonsumsi. Para penderita insomnia seringkali disarankan oleh dokter untuk mengkonsumsi Melatonin Sintetis dikarenakan produksi Melatonin mereka tidak optimal, sehingga rasa kantuk tak kunjung datang pada mereka meskipun hari sudah gelap. Selain penderita insomnia, orang-orang yang sering bepergian dengan pesawat menyeberangi benua dengan perbedaan jam yang signifikan juga merupakan korban-korban dari kacaunya produksi Melatonin dalam Kelenjar Pineal. Satu lagi jenis orang yang mengalami kekacauan serupa yaitu Anda yang memiliki kebiasaan bekerja larut malam, bergadang, lalu tidur pagi hingga siang hari. Sebuah penelitian yang dimuat dalam The Journal Sleep Research (1995) menemukan bahwa kafein yang terdapat pada kopi, teh hitam, beberapa jenis minuman bersoda serta coklat, dapat memangkas produksi Melatonin hingga setengah dari kadar yang normal dan tidak akan membaik -kembali memproduksi Melatonin- selama 6 jam.

Melatonin alami?

Pertanyaan anda berikutnya mengenai masalah kekurangan Melatonin ini mungkin adalah “Bagaimana kita bisa mendapatkan asupan Melatonin tambahan tanpa mengkonsumsi obat-obatan yang bersifat sintetis?”. Jawabannya adalah Melatonin sang hormon Kegelapan yang secara alami dan Sunnatullah dihasilkan melalui proses yang dipengaruhi oleh cahaya matahari, suhu dan lainnya di dalam Kelenjar Pineal tadi pada hakikatnya tidak dapat tergantikan dengan sempurna oleh apa yang dibuat oleh manusia. Penelitian mengenai Melatonin yang terkandung dalam bahan-bahan alami pun hingga saat ini belum membuahkan hasil yang signifikan. Meskipun demikian, terdapat temuan yang sedikit memberi harapan pada kita bahwa ada beberapa jenis buah dan bahan-bahan alami yang mengandung sepersekian gram Melatonin. Diantaranya adalah [dalam urutan yang tertinggi kadarnya hingga terkecil]: Oats (sejenis gandum), Sweet corn (jagung manis), Rice (beras), Ginger (jahe), Tomatoes (tomat), Banana (pisang), dan Barley (sereal).

So, jika Anda (atau saya?) masih punya kebiasaan melawan rasa kantuk anda untuk bergadang (without any acceptable excuse) ingatlah betapa rasa kantuk adalah merupakan sebuah anugerah yang Allah berikan pada kita melalui usaha aktifasi reseptor Melatonin dalam Kelenjar Pineal di otak kita yang sudah diatur sedemikian rupa seiring dengan segala keteraturan yang dibuatNya di seluruh jagat raya…

Wallahua’lam bisshowab.

Then which of the favours of your Lord will you deny?”-QS Ar Rahmaan.

Copas from my English Lecturer Miz. H, http://hanazlibrary.blogspot.com/2006/04/pada-suatu-siang.html