Sistem kapitalis menciptakan penyakt-penyakit itu sendiri, dengan demikian menciptakan kerja bagi mereka yang bekerja di sistem rumah sakit. Sistem rumah sakit seperti suatu bisnis yang menggiurkan. Semua orang diupah untuk pekerjaannya. Manusia dengan pola hidup dan pola makan yang menentang aturan Pencipta, karena sebab akibat cara kerja negara produsen konsumen modern jahiliyah, maka terjaminlah pasokan orang sakit dalam jumlah yang sangat besar, cukup untuk menyibukkan dan melestarikan bisnis pada sistem rumah sakit, sekaligus menjamin adanya pekerjaan yang langgeng dan menguntungkan bagi begitu banyak bisnis terkait lainnya, yang memasok peralatan dan obat-obatan ke rumah sakit  dan dokter-dokter. Kemampuan dan kelicikan pada sistem kapitalis, untuk menciptakan pekerjaan-pekerjaan yang tidak perlu dan kegiatan yang merusak orang lain demi kekayaan sekelompok ini, pada akhirnya merupakan sesuatu hal yang menimbulkan kerusakan pada siklus kehidupan.

Setelah membaca beberapa lembar buku berjudul IMUNISASI Dampak dan Konspirasi serta Solusi Sehat ala Rosululloh karangan Ummu Salamah, SH, Hajjam, saya memandang anak yang tengah terlelap di hadapan saya.  Mesia Abdulloh, begitulah namanya. Nama berkarakter pemberian ayahnya, suamiku.

Saya menatapnya seraya bersyukur bahwa tidak setetes pun vaksin yang pernah memasuki sel-sel tubuhnya.

Tumbuhlah tanpa vaksin Nak, buktikan bahwa kau tidak akan mengapa tanpa vaksin-vaksin haram itu. Tumbuhlah bersama kehalalan…bersama madu, bersama habbatussauda, bersama ayam tanpa suntikan, bersama sayuran berpupuk tahi kambing, bersama bekam, bersama makanan yang tidak berlebihan, bersama rizki hasil berdagang kehalalan..

Tumbuhlah, tumbuhlah, dan hancurkanlah Tatanan Imunisasi Vaksinasi Dajjal itu, wahai Mesia!