Banyak Vaksin Belum Jadi Program Pemerintah
Sabtu, 1 November 2008 | 00:48 WIB

Jakarta, Kompas – Banyak jenis vaksin yang telah direkomendasikan
kalangan profesi kedokteran, tetapi belum menjadi program pemerintah
karena terbatasnya anggaran. Oleh karena itu, peran serta pela- yanan
kesehatan swasta diperlukan untuk membantu menurunkan angka sejumlah
penyakit infeksi.

Sejauh ini, program imunisasi yang telah dilakukan pemerintah sejak 30
tahun lalu berhasil menurunkan angka kejadian penyakit yang dapat
dicegah de- ngan imunisasi, seperti cacar, BCG, polio, DPT, campak,
dan hepatitis B. Adapun vaksin Hib, MMR, tifoid, hepatitis A,
varisela, influenza, pneumokokus, dan HPV belum menjadi program
pemerintah.

Ketua Tim Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan Departemen Ilmu
Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit
Umum Pusat Cipto Mangunkusumo (FKUI- RSCM)Prof Sri Rezeki Hadinegoro,
Jumat (31/10), seusai simposium nasional pertama ten- tang
“Imunisasi”, di Jakarta, menjelaskan bahwa sejumlah vaksin saat ini
diprioritaskan untuk masuk dalam program pemerintah.

Vaksin tersebut adalah Haemophilus influenzae type B (HiB). Untuk
menekan harga vaksin, Bio Farma mengembangkan vaksin kombinasi
DPT-Hepatitis B dan vaksin HiB untuk bayi.

“Para remaja pun perlu diproteksi dari berbagai penyakit berbahaya,
seperti tifoid, varisela dan HPV. Saat ini imunisasi di kalangan
remaja belum populer, padahal sangat penting,” kata dokter spesialis
anak dari FKUI-RSCM Soedjatmiko. (EVY)

#Ada apa lagi dengan vaksin? Kapitalisme lagi kah?”