Kepornoan akibat Kecentilan

Penting untuk para akhwat! telah ditemukan beberapa website porno yang mengeksplitasi wajah2 muslimah, mulai dari istri aa gym hingga saskia mecca, bahkan banyak foto akhwat yang di download entah via friendster, multiply atau sejenisnya yang di edit dengan gambar gambar artis porno menjijikkan yang di ganti gambar kepalanya dengan foto foto akhwat tersebut seakan akhwat akhwat / wanita berjilbab itu sedang melakukan seks bebas dengan sembarang orang. maaf alamat situs tidak bisa di tulis takut menjadi lahan promosi gratis. PARA AKHWAT ATAU MUSLIMAH DIHARAPKAN BERHENTI MENAMPILKAN FOTO2 MEREKA ATAU KERABAT MEREKA UNTUK MENCEGAH DARI PENYALAGUNAAN TIDAK BERTANGGUNG JAWAB INI. Tolong sebarkan!

Semoga ini menjadi pelajaran bagi ghorizah Baqo kita, wahai wanita!

Hal ini sudah lama mengusik naluri saya. Naluri sebagai seorang perempuan. Bermula dari suami saya yang menegur seorang akhwat manis nan semampai, karena memajang foto dirinya di Friendster. Alhamdulillah dengan sedikit teguran akhwat tersebut segera menghilangkan foto-foto itu. Akhwat ini beruntung. Namun, berapa banyak akhwat-akhwat berkerudung lebar tidak beruntung lainnya yang berani memajang foto-foto lucunya di situs yang secara bebas diakses orang sebumi yang kemudian diakses dan dimanfaatkan secara kurang ajar oleh orang-orang bermental bejad? Ya, ini pelajaran!

Fitrah memang jika perempuan ingin menampilkan keindahan wajahnya. Sebagaimana kegemaran kawan SD saya yang mengaku secara terang-terangan di diary saya bahwa hobinya adalah bercermin. Tafakkur alam, kata seorang ukhti. Menikmati keindahan yang Alloh anugerahkan. Sama sekali tidak salah. Bersolek secantik apapun juga tidak salah.

Namun, jika naluri ini diteruskan tanpa perhitungan, seperti yang marak terjadi kini memajang foto diri di situs-situs umum. Apa maksudnya? Tidakkah itu mengundang fitnah? Jujurlah ukhti…

Saya, kita, sebagai wanita. Dianugerahkan rasa malu yang lebih besar. Alloh yang mengerti setiap inci semesta ini mewajibkan kita menutup seluruh sex appeal kita. Bukankah itu sudah kita laksanakan? Lantas mengapa masih dibayang-bayangi oleh naluri memamerkan?

Cukupkanlah, cukupkanlah dengan suami dan anak-anak wajah cantik itu menebarkan pesonanya..