Pada acara Kopdar Sharing and Caring, HUT Pertama AIMI di Jakarta, salah seorang pembicara yaitu seorang Pemerhati Gizi, Ibu dokter Tan Shot Yen memberikan pernyataan bahwa

MPASI MESTINYA DIMULAI DENGAN BUAH, BUKAN DENGAN TEPUNG BERAS.

Mungkin dasarnya begini:

– Buah-buahan dan sayuran sebenarnya mengandung karbohidrat juga,
bahkan termasuk jenis karbohidrat yang baik untuk tubuh. Jenis karbohidrat ini mengalami proses yang lambat saat akan diubah menjadi gula (buah mengandung 70% frukrosa dan sayur mengandung 30% frukrosa) karena ikatan kimiawinya yang panjang dan kuat, sehingga tidak mudah rapuh.
Sementara karbohidrat yang berasal dari beras/pati/roti merupakan jenis
karbohidrat yang buruk karena ikatan kimiawinya yang ringkih yang
mengakibatkan jenis karbohidrat ini sangat cepat berubah menjadi gula (glukosa, dimana kandungannya 100% glukosa).

– Buah-buahan dan sayuran mengandung serat yang baik untuk membantu
kerja pencernaan.

– Buah-buahan dan sayuran memiliki kandungan antioksidan yang
tinggi sehingga mampu menangkal radikal bebas pemicu penyakit kanker.

– Buah-buahan dan sayuran bersifat alkalis yang berfungsi untuk menghalangi pertumbuhan bakteri dan jamur.

Nah, sementara di milis ini kan kita menyarankan memulai MPASI dengan bubur ASI dari bahan tepung beras.
Kalo diingat-ingat lagi, sebenernya kan alasannya seperti ini yah:

Tepung beras adalah jenis makanan pemicu alergi paling rendah, berbeda
dengan buah-buahan atau sayuran yang sangat memungkinkan untuk memicu alergi pada beberapa bayi.
Tepung beras, berdasarkan piramida makanan yang ditetapkan oleh WHO
dan FDA, ditempatkan bersama jenis beras/roti/pati sebagai sumber karbohidrat utama serta sebagai makanan utama buat kita.
Tepung beras memberikan rasa tawar sehingga saat dicampur dengan ASI,
dapat membantu bayi beradaptasi dengan perubahan rasa dari rasa ASI ke rasa makanan pendamping selain ASI. Karena bubur dari bahan tepung beras akan dicampur dengan ASI sehingga menjadi bubur ASI sebagai makanan perkenalan kepada bayi.
Tepung beras atau jenis tepung-tepungan yang lain memiliki komposisi
yang mudah dicerna karena teksturnya yang sangat mirip dengan tekstur ASI saat telah menjadi bubur susu (bubur ASI).
– Kepercayaan yang selama ini kita pegang adalah bahwa sumber
karbohidrat hanya berasal dari beras/tepung/ pati, sedangkan sayuran dan buah-buahan merupakan sumber vitamin dan mineral. Padahal, pada
kenyataannya, sayuran dan buah-buahan juga mengandung karbohidrat,
bahkan jenis karbohidratnya lebih baik.

– Sebenarnya kondisi ideal adalah jika kita kenyang setelah makan
sayuran/buah adalah lebih baik ketimbang kenyang setelah makan
nasi. Karena kalau kita kenyang setelah makan nasi, maka biasanya badan akan terasa lemas. Hal tersebut dipicu oleh meningkatnya hormon insulin akibat karbohidrat yang terlalu cepat berubah menjadi gula dalam
kuantitas yang cukup banyak pula.

– Kondisi mengutamakan sayuran dan buah-buahan lebih dulu mestinya
berlaku juga untuk kita, bukan hanya untuk bayi, karena kita punya
pola makan yang makanan utamanya adalah beras/roti/tepung/ pati. Ibarat kata, hal yang ideal adalah lebih baik mengambil kandungan karbohidrat dari sayuran/buah ketimbang karbohidrat yang berasal dari beras.

– Hal yang sering terjadi adalah, bahwa kita terlanjur dikenyangkan
oleh beras/tepung/ pati sehingga kita tidak mengkonsumsi banyak
sayuran dan buah. Padahal, menurut dokter Tan, mengkonsumsi sayur dan buah saja semestinya sudah mampu mencukupkan semua kebutuhan kita akan gizi, termasuk kebutuhan akan karbohidrat.

– Sebenarnya, proses pengenalan tepung/beras sendiri kan tidak lama
yah. Hanya mungkin sekitar minggu awal MPASI, setelahnya tentu
kita lebih konsentrasi mengenalkan aneka sayuran dan buah.

– Nah, jadi sebenernya nga ada yang bener atau yang salah. Ini
cumanmasalah kebiasaan. Menurut saya, yang disampaikan dokter Tan itu
adalah kondisi yang ideal berdasarkan penelitian ilmiah terbaru. Dan
tentunya tidak salah juga kalau memang ada yang ingin menerapkannya, tapi kalau bisa yah jangan hanya bayinya, tapi ke orang tuanya juga. Karena percuma kalau hanya bayi yang dibiasakan mengkonsumsi sayur dan buah sebagai pengganti karbohidrat (dalam arti kata, bayi/anak tidak lagi mengkonsumsi beras/pati/roti sebagai sumber karbohidrat utamanya) sementara orang tuanya tidak. Anak cenderung meniru orang tuanya, tokh?

diambl dari milis sehat, postingannya Mbak RIEKA