Pada saat menyusui maka hipofisis akan mengeluarkan hormon oksitosin, secara teoritis hormon ini dapat menyebabkan kontraksi rahim, sehingga dikhawatirkan mengganggu kehamilan. Tetapi para ahli mengatakan bahwa kandungan (rahim) tidak responsif terhadap hormon ini sampai kehamilan 24 minggu. Dengan rahim yang sehat, maka oksitosin tidak cukup berfungsi menyebabkan kontraksi, kecuali kehamilan sudah usia maksimal dan leher rahim ada gangguan. Kemudian pada wanita yang sedang menyusui kemudian hamil maka hormon progesteron akan meningkat, sehingga menyebabkan produksi ASI akan berkurang.
Jadi secara umum ibu yang menyusui saat hamil, insyaallah tidak menghadapi permasalahan serius, jika memang kondisi badan dan kehamilannya sehat (tidak ada riwayat prematur, perdarahan dll). Tapi jika kemudian terjadi kontraksi yang cukup kuat, atau ada perdarahan, maka sebaiknya menyusui segera dihentikan saja. Agar janin di dalam kandungan tetap sehat dan kebutuhan gizinya tercukupi, maka ibu harus memperhatikan asupan makananya yaitu dengan makan yang bergizi dan cukup banyak. Janin didalam kandungan akan tetap sehat jika ibunya sehat. Sedangkan untuk anak yang menyusui sebaiknya diberi makanan tambahan karena biasanya asi jumlahnya sedikit, sehingga tidak mencukupi kebutuhan gizinya.

source: //eramuslim.com/konsultasi/sehat/tetap-menyusui-saat-hamil.htm