Subjektivitas adalah syarat lahirnya keunikan.

Itu Karena Masing-Masing Diri Adalah Unik

Don`t say again, ”Dia agak lambat bicaranya..” Hanya karena kawan seusianya sudah pandai melafadzkan Ar Rahman 1-8, sementara ia An Nas saja baru ujung-ujungnya, naass…nass.. Come on Umm, don`t! Masing-masing diri adalah unik, tidak ada ukuran standar. Tidak ada. Setiap anak akan berbeda dalam menerima informasi yang diberikan kepada mereka, setiap orang akan memaknai informasi yang datang dalam rumusan yang unik.

Sesungguhnya tiap diri akan belajar dan terus belajar sampai mati. Ya. Ukuran standarnya adalah semakin tambahkah keimanan anakmu? Semakin berakhlakkah ia? Dengan semua pembelajaran yang engkau dampingi? Namun,  mereka adalah anak-anak, semua masih terus berproses, hingga ia tamyiz dan jatuhlah hukum  atasnya.

Ingat, tidak ada jalan untuk mengatakan bahwa anak manapun bodoh. Anak manapun payah. Tidak ada. Biarkan ia belajar, biarkan ia terus belajar hingga tamyiz, dampingi ia dalam tiap prosesnya. Tuntunlah semua upayanya dengan lemah lembut.

Dia hanya akan bodoh jika melanggar aturan Alloh. Namun, ingatlah, orang bodoh pun seketika menjadi cerdas jika bertaubat dari kebodohannya.

#Mesia, teruslah belajar Nak, maafkan semua ucapan-ucapan melemahkan itu. Kamu adalah tabunganku. Maafkan. T_T. Robbanaa hablanaa min azwajina wadzurriyatina qurrota`ayun waj`alna min muttaqina imamaa…